Rabu, 26 Agustus 2015

8 Bahaya Terlalu Banyak Online Menurut Para Ilmuan!

8 Bahaya Terlalu Banyak Online Menurut Para Ilmuan!

Bahaya Online- Gak dapat dipungkiri, bahwa di dunia yang semakin canggih dan didukung dengan jaringan internet yang semakin cepat membuat manusia sekarang lebih suka duduk di depan lapttop, tiduran sambil lihat smartphonenya jika dibandingkan duduk dan ngbrol bersama teman-teman sebayanya.
Selain itu juga, segala sektor atau bidang pekerjaan mempersyaratkan keahlian komputer, dan skill berinternet. karena semuanya sudah tersistem dalam jaringan internet. Tetapi semua itu jangan menjadi alasan kita terlalu sering online, terutama di depan komputer.

Foto Online (source: www.cocc.edu)
Berikut admin akan merangkum 8 bahaya terlalu banyak online menurut para ilmuan! Yuk simak!
1. Gampang Sakit
Sekelompok ILMUWAN memperingati, terlalu sering menghabiskan waktu menjelajah internet bisa meningkatkan resiko flu dan pilek. Berdasarkan studi terbaru, orang yang kecanduan internet cenderung lebih gampang sakit, dibanding mereka yang menghabiskan lebih sedikit waktu untuk online.
2. Kekebalan Tubuh Lemah
Para ilmuwan yang berasal dari berbagai universitas di Swansea dan Milan percaya penyebabnya terletak pada kegiatan mereka (red: para pecandu internet) yang sangat terisolasi. Dan sebagai akibatnya, hal itu telah melemahkan sistem kekebalan tubuh.
3. Rentan Terhadap Infeksi
Kurangnya interaksi dengan orang lain dan minimnya waktu yang dihabiskan di luar ruangan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.
4. Kualitas Tidur Buruk
Studi terdahulu juga menemukan bahwa orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk online memiliki kualitas tidur yang buruk, kebiasaan makan yang buruk, kurang olahraga, cenderung merokok dan minum lebih banyak alkohol.
5. Rentan Terkena Penyakit
 Menurut Profesor Phil Read dari Swansea University, perilaku ini dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
6. Lagi-lagi Flu Berat
“Orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk online memiliki risiko flu sekitar 30 persen lebih besar dibandingkan dengan mereka yang lebih sedikit,” katanya.
7. Tim ilmuwan menemukan bahwa kebanyakan orang menggunakan internet rata-rata selama 6 jam/hari. Sementara itu, sebagian mengaku online selama lebih dari 10 jam sehari – biasanya menggunakan situs media sosial. Dan peneliti pun mencatat perbedaan antara cara pria dan wanita menggunakan internet.
8.  Kecenderungan Perempuan dan Laki-laki
Perempuan menunjukkan kecenderungan untuk menggunakan situs media sosial dan berbelanja online, sedangkan pria lebih sering menggunakan internet untuk bermain game dan pornografi.
Fakta tersebut diambil dari beberapa sumber.

Senin, 24 Agustus 2015

Sejarah Pendidikan Islam Pada Zaman Rasulullah

Sejarah Pendidikan Islam Pada Zaman Rasulullah


Bagaimana pendidikan Islam pada zaman Rasullulah ? pendidikan islam pada zaman Rasulullah tentu sangat berbeda dengan pendidikan yang kita temui pada zaman sekarang.

Pendidikan islam pada zaman Rasulullah dibedakan menjadi dua jenis yaitu pendidikan Islam periode Makkah dan pendidikan Islam periode Madinah.

Pendidikan islam periode Makkah merupakan penyebaran ajaran Islam yang dilakukan oleh Rasulullah kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya dengan cara yang lemah lembut. Tiga tahun kemudian diturunkan ayat Alquran yang meminta Rasulullah untuk menyampaikan ajaran Islam secara terbuka dan terang-terangan kepada sahabat dan masyarakat umum. Rumah Al-Arqam menjadi tempat pendidikan Islam pertama pada zaman Rasulullah dan digunakan oleh Rasul sebagai tempat berdakwah. Dalam menyebarkan ajaran Islam Rasul menggunakan metode berceramah dan berpidato. Rasul memanfaatkan tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang sebagai tempat menebarkan ajaran Islam. Pendidikan Islam pada periode Makkah Menurut Mahmud Yunus di dalam buku Sejarah Pendidikan Islam meliputi :
1. Pendidikan keagamaan yang mengajarkan agar selalu menyebut asma Allah ketika hendak melakukan sesuatu dan tidak mempersekutukan Allah, tidak menyembah berhala.
2. Pendidikan ilmiah dan pendidikan alkiyah yang menceritakan asalmula terbentuknya alam
semesta dan manusia yang berasal dari segumpal darah.
3. Pendidikan akhlak dan pendidikan budi pekerti yang mengajarkan manusia untuk selalu mangamalkan ajaran tauhid.
4. Pendidikan jasmani dan kesehatan yang mengajarkan manusia untuk selalu menjaga kebersihan badan, pakaian, dan lingkungan tempat tinggalnya.

Pendidikan Islam pada periode Madinah lebih menekankan kepada masalah ibadah dan syariat. Pada masa ini Rasul mengajarkan bahwa sholat jum’at hukumnya wajib dan sholat hari raya hukumnya sunnah. Ajaran untuk berpuasa mulai diperkenalkan pada tahun kedua hijriyah. Ajaran untuk menunaikan ibadah haji, mengeluarkan zakat, dan hukum yang mengatur tentang perkawaninan mulai diperkenalkan pada tahun ke enam hijriyah. Pada tahun ini juga mulai diajarkan teknik baca tulis. Rasul mengajarkan pada sahabat untuk membaca dan menulis ayat-ayat Alquran yang sudah diwahyukan kepadanya. Rasul juga mengajarkan umat Islam agar selalu membaca Alquran. Selama menyebarkan ajaran Islam di Madinah Rasulullah mengemban dua jabatan yaitu sebagai pemimpin negara dan sebagai tokoh agama. Rasulullah berhasil membangun masjid Nabawi dan masjid Quba. Pada masa Rasulullah masjid juga digunakan sebagai sekolah.

Perbedaan pendidikan Islam pada periode Makkah dan periode Madinah ialah pada periode Makkah lebih ditekankan kepada ajaran tauhid dengan menanamkan nilai tauhid kepada setiap muslim sedangkan pada periode Madinah lebih ditekankan  kepada bidang pendidikan,sosial dan politik dengan dijiwai oleh nilai-nilai tauhid yang merupakan kelanjutan dari ajaran tauhid yang dikembangkan di Makkah.
Demikianlah sekilas tentang sejarah pendidikan Islam pada zaman Rasullulah, semoga bermanfaat.

Jumat, 21 Agustus 2015

Tips Menyimpan ASI
Air Susu Ibu adalah yang terbaik untuk bayi dan sangat bermanfaat. Penting bahwa dalam persiapan untuk dan selama menyusui, Anda melakukan diet yang sehat dan seimbang. Menggabungkan pemberian ASI dan botol pada minggu pertama kehidupan dapat mengurangi suplai ASI Anda, dan sulit untuk dapat menyusui kembali bila telah berhenti. Konsultasikan kepada dokter, bidan atau ahli medis lainnya untuk nasihat mengenai pemberian makan bayi Anda. Kalau Anda menggunakan formula bayi, Anda harus mengikuti petunjuk fabrikan secara seksama.

Bila balita sudah terindikasi memilliki berat badan berlebih, sebaiknya Ibu mulai mengubah gaya hidup balita.
Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK
"Konsumsi minuman mengandung kadar gula tinggi yang berlebihan dapat menyebabkan kegemukan dan kerusakan gigi."
Obesitas pada balita, terkait dengan masalah kesehatan yang bisa menganggu di masa depannya. Untuk mengurangi berat badan si Kecil, Ibu bisa mulai dengan berbagai langkah sehat. Salah satunya dengan menyajikan menu seimbang bagi si Kecil. Berikut beberapa cara sehat untuk mengurangi berat badan si Kecil:
 
• Pantau Aktivitas si Kecil
- Meski si Kecil obesitas
Obesitas adalah kondisi kronis di mana terdapat jumlah lema...
Lihat A-Z
, bukan berarti aktivitas fisiknya harus lebih berat dibandingkan anak dengan tubuh yang lebih kurus. Tubuh yang lebih gemuk, secara alami akan membakar kalori
Kalori adalah satuan ukuran untuk energi, yang berfungsi un...
Lihat A-Z
lebih banyak pada aktivitas yang sama.
- Anak-anak membutuhkan aktivitas fisik selama satu jam per harinya. Ini tidak perlu dilakukan dalam satu waktu, karena bisa dibagi pada beberapa sesi, 5-10 menit.
 
• Hindari Minuman Yang Mengandung Banyak Gula
Untuk membantu si Kecil mengurangi berat badannya, Ibu bisa melibatkan anggota keluarga lain dengan mulai melakukan gaya hidup sehat. Misalnya mulai menghindari konsumsi soda di rumah dan membiasakan si Kecil meminum air mineral
Mineral adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga keseh...
Lihat A-Z
.
 
• Pilih Lemak Baik
Lemak tidak selalu menjadi musuh. Lemak baik justu dibutuhkan oleh si Kecil untuk membuat sel membran di seluruh tubuh. Jenis lemak yang dikonsumsi si Kecil akan mempengaruhi sistem imun
Sistem Imun Sistem imun adalah sistem daya tahan tubuh untuk...
Lihat A-Z
, sistem saraf
Saraf adalah satuan serat yang menggunakan sinyal kimia dan...
Lihat A-Z
dan kesehatannya. Alpukat dan kacang-kacangan mengandung lemak baik yang bermanfaat bagi tubuh.
 
• Kebiasaan Konsumsi Karbohidrat Sehat
Sekitar setengah kalori berasal dari makanan berkarbohidrat
Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Karbohid...
Lihat A-Z
, seperti sereal, nasi, pasta, kentang dan roti. Bila secara rutin si Kecil mengonsumsi ini pada menu sarapan, ada baiknya Ibu menyelinginya dengan sajian telur dadar.
Ini membuat si Kecil merasa lebih kenyang sekaligus membantu menurunkan berat badannya. Jaga keseimbangan pertumbuhan tubuh si Kecil dan dapatkan informasinya di sini.
 
Sumber:
- Fairburn CG, et al. Behav Res Ther, 2005;43(6):691-70
- Wilson GT. Eur Eat Disord Rev, 2010;18(5):341-351

Cara nabi muhammad saw membentuk jiwa anak

  1. 1. Rizal Fuadi MuhammadCARA NABI MUHAMMAD SAWMEMBENTUK JIWA ANAK
  2. 2. MEMBERI CIUMAN, PERHATIAN, DAN KASIHSAYANGBeberapa orang Badui datang kepadaRasulullah saw. Mereka bertanya, „Apakahkalian mencium anak-anak kalian?‟ „Ya,‟ jawabRasulullah saw. „Tapi kami, demi Allah, sekali-kali tidak pernah mencium anak-anak kami.‟Maka Rasulullah saw. bersabda, „Saya tidakmemiliki kekuatan sekiranya Allah SWT.mencabut perasaan kasih sayang dari hatikalian.‟” (H.r. Imam Ahmad)
  3. 3. BERMAIN DAN BERCANDA DENGAN ANAKAbu Hurairah r.a. berkata, “Saya mendengardengan kedua telingaku dan melihat dengankedua mataku bahwa Rasulullah saw. memegangdengan kedua tangannya, kedua telapak cucunyaHasan atau Husain, dan kedua telapak kakimereka di atas telapak kaki Rasulullah saw.Kemudian Rasulullah saw. berkata, „Naiklah!‟Maka keduanya naik hingga keduanyameletakkan kakinya di dada Rasulullah saw.,kemudian beliau berkata, „Bukalah mulutmu!‟Kemudian beliau menciumnya dan berkata, “YaAllah, saya mencintainya dan sungguh sayamencintainya.‟” (H.r. Bukhari)
  4. 4. MEMBERI HADIAH, PENGHARGAAN, DAN PUJIANKEPADA ANAKAl Hasan atau Jabir bin Abdillah berkata, “Saya shalatzhuhur atau „ashar bersama Rasulullah saw. Selesaisalam beliau bersabda kepada kami, „Tetaplah ditempat kalian!‟ Kemudian beliau bersabda lagi, „Bejanayang berisi manisan.‟ Kemuian beliau membagikanmanisan tersebut sesendok kepada setiap orang yanghadir. Ketika sampai kepadaku (saat itu aku masihanak-anak), beliau memberiku satu sendok kemudianberkata, „Apakah kamu ingin tambah?‟ „Ya,‟ jawabku.Beliau menambah satu sendok dan berkata kembali,„Apakah kamu ingin tambah?‟ „Ya,‟ jawabku. Beliaumenambah satu sendok lagi dan itu terus dilakukanbeliau hingga sampai pada sahabat yang terakhir.” (H.r.Ibnu Abid Dunya)
  5. 5. MENGUSAP KEPALA ANAKAnas r.a. berkata, “Bahwa Rasulullah saw.mengunjungi sahabat Anshar. Ia mengucapkansalam kepada anak-anak mereka danmengusap kepala mereka.” (H.r. Ibnu Hibban)
  6. 6. MENYAMBUT ANAK DENGAN KEHANGATANAbdillah bin Ja‟far r.a. berkata, “Ketika Rasulullahsaw. datang dari suatu perjalanan, beliaumenemui dua orang anak dari keluarganya. Sayaberlomba untuk menghampirinya kemudian beliaumenggendongku. Setelah itu, beiau mengajaksalah satu putra Fathimah, yaitu Hasan atauHusain r.a. dan memboncengkan di belakangnya,sehingga kami bertiga memasuki kota Madinahdengan menaiki kendaraan.” (H.r. Ibnu Asakir,Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)
  7. 7. MEMPERHATIKAN DAN MENANYAKAN KEADAANANAKSalman r.a. berkata, “Kami berada di sekitar Rasulullah saw.,kemudian tiba-tiba Ummu Aiman r.a. datang dan berkatan, „YaRasulullah, Hasan dan Husain tersesat.‟ Pada waktu itu siang sudahmulai sore. Maka Rasulullah saw. bersabda, „Berdirilah kalian dancarilah kedua anakku!‟ Maka setiap orang mengambil arah yangberbeda dan aku searah dengan Rasulullah saw. hingga sampai kelereng gunung. Hasan dan Husain terlihat saling berangkulanketakutan karena seekor ular yang baru keluar dari lubangnyaberdiri dengan ekornya. Rasulullah saw. segera menghampiri ulartadi dan ular itu lari, masuk ke sela-sela bebatuan. Rasulullah saw.segera mendatangi kedua cucunya dan melepaskan rangkulanmereka lalu mengusap kepala mereka sambil berkata, „Demi ibudan ayahku, semoga Allah SWT. memuliakan kalian!‟ Rasulullahkemudian menggendong keduanya. Aku (Salman r.a.) berkata,„Kebaikan untuk kalian berdua. Sebaik-baik tunggangan adalahtunggangan kalian.‟ Rasulullah saw. bersabda, „Dan sebaik-baikpenunggang adalah keduanya dan orang tuanya lebih baik darikeduanya.” (H.r. At Thabrani)
  8. 8. PENGAWASAN KHUSUS BAGI ANAKPEREMPUAN DAN YATIMAbu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw.bersabda, „Sesungguhnya saya menekankankalian akan hak dua orang lemah ini, yaituanak yatim dan anak perempuan.‟” (H.r. AlHakim, Al Baihaqi, Imam Ahmad, dan IbnuHibban)
  9. 9. MEMBERIKAN KECINTAAN KEPADA ANAKSECARA PROPORSIONAL DAN TAWAZUN“Demi Allah, yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidaklah sempurna keimanan salahseorang di antara kamu, sehingga aku lebih iacintai dari pada bapaknya, anaknya, danseluruh manusia.” (H,r, Bukhari, Muslim, danAn Nasaa-i)

Cara Nabi Mendidik Anak (Bayi hingga Usia 10 Tahun)

Cara Nabi Mendidik Anak (Bayi hingga Usia 10 Tahun)

ilustrasi © alummah.sch.id

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah teladan terbaik sepanjang zaman. Beliau bukan hanya mengajarkan bagaimana tata cara beribadah mahdhah, tetapi juga mencontohkan bagaimana mengatur keluarga hingga negara. Termasuk, cara mendidik anak.
Bagaimana cara Nabi mendidik anak? Berikut ini tahapan-tahapannya secara umum, khususnya tahap I (sebelum anak lahir hingga usia 3 tahun) dan tahap II (usia 4 – 10 tahun). Sedangkan tahap III sampai V akan ditulis pada artikel berikutnya. Dan semoga nanti semua tahapan ini bisa dijelaskan satu per satu dalam rubrik parenting (pengasuhan) secara terpisah.

Tahap I: Sebelum anak lahir hingga usia 3 tahun

Mendoakan calon bayi
Mendoakan dan memberikan perhatian saat anak dalam kandungan
Mendoakan saat bayi hendak lahir
Menyambut bayi dengan azan
Men-tahniq bayi
Mengajarkan atau memperdengarkan zikir dan doa kepada bayi
Mengeluarkan zakat (fitrah) sejak ia lahir
Menyayanginya
Memberinya nama yang baik pada usia 7 hari
Melaksanakan aqiqah pada usia 7 hari
Mencukur rambutnya dan bersedekah setara dengan berat rambut pada usia 7 hari
Bercanda dengan bayi
Menyebut anak dalam gelar orang tua
Meng-khitan
Menggendong bayi
Menanamkan tauhid sejak dini
Memperhatikan penampilan dan gaya rambutnya
Mengajarkan cara berpakaian
Selalu menghadirkan wajah ceria kepadanya
Menciumnya dengan penuh kasih sayang
Bercanda dan bermain dengan anak-anak
Memberi hadiah
Mengusap kepalanya sebagai bentuk kasih sayang
Mengajarkan dan meneladankan kejujuran pada anak

Tahap II: Anak Usia 4 – 10 Tahun

Membiasakan panggilan kasih sayang dengan nada lembut
Menemaninya bermain dan belajar
Mengajaknya berjalan sambil belajar
Memberikan kesempatan yang cukup untuk bermain
Menghargai permainannya
Menanamkan akhlak mulia
Mendoakannya
Mengajaknya berkomunikasi secara intensif dan minta pendapatnya
Mengajarkan amanah dan menjaga rahasia
Membiasakan makan bersama
Mengajarkan adab makan
Mengajarkan persaudaraan dan kerja sama
Melerai ketika anak-anak bertengkar
Melatih kecerdasannya dengan lomba dan cara lainnya
Memberikan hadiah kepada anak yang berhasil melakukan sesuatu atau berprestasi
Menjaga anak dengan zikir dan mengajarinya berzikir
Mengajarkan azan dan shalat
Mengajarkannya berani karena benar
Jika anak mampu, boleh ditunjuk sebagai imam
[Diadaptasi Keluargacinta.com dari buku Athfalul Muslimin Kaifa Rabbahum Nabi al Amin karya Jamal Abdurrahman

Kamis, 20 Agustus 2015

Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islam Dan Rasulullah

Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islam Dan Rasulullah

Pendidikan anak dalam Islam adalah merupakan salah satu kewajiban kita para orang tua dalam membina keluarga. Karena keberhasilan dan kesuksesan anak dalam dunia dan akhiratnya adalah dimulai dari semenjak kecil atau sejak dini.

Pengenalan ilmu agama kepada anak memang harus ditanamkan semenjak kecil, sehingga pemahaman yang benar mengenai Islam akan terbentuk sejak sedini mungkin. Tuntunan Nabi Rasulullah SAW dalam mendidik anak telah beliau ajarkan kepada umat-umat beliau, hanya saja kita akan mengikutinya atau malah meninggalkannya.

Kewajiban mendidik anak dan bagaimana tanggung jawab orang tua terhadap pertumbuhan perkembangan putra-putrinya telah Allah jelaskan dalam sebuah ayat Al-Qur'an yaitu surat At-Tahrim : 6 yang artinya :"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."

Dan makna kewajiban akan hal ini adalah menjaga keluarga dari siksa api neraka, yaitu dengan mengamalkan kewajiban dalam beragama Islam, menjauhi akan hal-hal yang dilarang di dalam agama. Ibnu Abbas mengartikan hal ini adalah "Ta’atlah kamu kepada Allah. Janganlah bermaksiat kepada-Nya, Suruhlah keluargamu untuk dzikir mengingat Allah, niscaya Allah akan selamatkannya dari neraka.

Sebagian ulama Sebagian Ulama arti "Qu anfusakum" : mencakup arti anak-anak, karena anak adalah bagian dari mereka. Maka hendaklah orang tua mengajarkan tentang halal dan haram dan menjauhkannya dari kemaksiatan dan dosa, juga mengajarkan hukum-hukum lain selain hal tersebut.


Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islam Dan Rasulullah

Tips Cara Mendidik Anak Dalam Islam


Mengajarkan Tauhid Aqidah Kepada Anak

Tauhid adalah merupakan hal yang penting untuk diketahui oleh anak-anak kita ketika sudah mulai belajar mengenal akan agama islam ini. Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam.

Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka.

Mengajarkan akan hal ini dimulai dari hal yang kecil, yaitu mengenal Allah sebagai Tuhan kita Umat Islam, Muhammad SAW adalah Rasul Nabi kita. Tentunya hal ini disesuaikan dengan tahapan umur anak, disesuaikan dengan pemahaman seorang anak.

Dimulai dari contoh orang tua dalam menjalankan sholat 5 waktu, berdoa ketika akan makan, dan segala aktifitas dimulai dan diakhiri dengan berdoa sesuai dengan contoh-contoh doa yang Rasulullah SAW ajarkan kepada kita semua dalam hadist-hadist yang sohih.

Mengajarkan Memberikan Contoh Menunaikan Ibadah Sesuai Syariat Islam

Mengajarkan memang hal yang mudah, akan tetapi memberikan keteladanan contoh itulah yang kadangkala dilupakan oleh para orang tua. Justru seorang anak ketika mengetahui akan berbagai macam ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah akan tetapi tidak pernah melihat orang tuanya melakukannya di rumah tentunya akan hanya membekas dalam pikirannya akan tetapi tidak membekas di dalam hatinya.

Anak ibarat kertas putih, yang bisa ditulis dengan tulisan apa saja. Peran orangtua sangatlah vital. Karena melalui orang tualah, anak akan menjadi manusia yang baik atau tidak. Rasulullah SAW, sebagai teladan paripurna, telah memberikan tuntunan bagaimana mendidik dan mempersiapkan anak.

Dan hal yang paling penting adalah keteladanan dalam melakukan hal-hal yang utama. Inilah yang harus dilakukan orangtua. Bukan hanya memerintah dan menyalahkan, tapi yang lebih penting adalah memberikan contoh kongkret. Secara simultan hal itu juga harus ditopang oleh lingkungan, pergaulan, dan masyarakat.

Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anak

Dimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits.

Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.

Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia

Mengajari kepada anak-anak tentang berbagai macam adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dan lain-lain.

Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.

Dan juga kenalkan akan adab terhadap makhluk hidup lainnya. Adab dan akhlak terhadap hewan dan tumbuhan yang sesuai dengan tuntunan syari’at, seperti tidak menyakitinya, tidak menyiksanya, memberinya makan dan minum, merawatnya, dan tidak membunuhnya dengan cara-cara yang dilarang oleh agama.

Orangtua mana yang tak ingin melihat anak-anaknya tumbuh cerdas, pintar dan saleh. Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berbagai cara dilakukan untuk mewujudkan anak menjadi saleh dan pintar.

Namun di zaman modern ini kiranya sulit, melihat pengaruh dari media yang buruk, dan lingkungan yang sudah tergores oleh gaya hidup kebarat-baratan. Hal ini sehingga membutuhkannya peran penting orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Jangan pernah melalaikan dan melupakan pentingnya pendidikan agama, akhlak pada anak-anak kita. Karena hal ini adalah kewajiban kita sebagai orang tua.

Islamic Parenting : Pesan Rasullullah tentang Tata Cara Mendidik Anak

Islamic Parenting : Pesan Rasullullah tentang Tata Cara Mendidik Anak

Ditulis oleh Rahayu Pawitri

Sebagai Muslim adalah kewajiban kita untuk mengikuti petunjuk Nabi di setiap segi kehidupan kita. Terlebih tentang tata cara mendidik anak.




Ikuti pesan Rasullullah tentang cara mendidik anak
Mendidik anak secara Islami : ikuti pesan Rasullullah tentang cara mendidik anak
Buku kecil ini saya temukan saat menata kembali tumpukan buku yang terpaksa diungsikan di atas plafon rumah karena banjir kemarin. Buku ini cocok sekali sebagai pengetahuan dalam mendidik anak.
Buku ini merupakan bonus dari sebuah buku dengan judul “Cara Mengenal Allah dengan Cara yang Menyenangkan.” Hmmm… terdengar bagus sekali sebagai panduan untuk mendidik anak secara Islami, bukan?
Ingat karena belum membacanya, saya menghentikan aktivitas beres-beres dan membaca sejenak buku mungil ini. Beberapa hal yang ada didalamnya sudah biasa atau sering kita dengar.
Nnamun sebagai pengingat, ijinkan saya berbagi tentang cara mendidik anak ini dengan Anda, pembaca theAsian Parents Indonesia.

Pesan-pesan Rasullullah tentang tata cara mendidik anak

Sesuai dengan judulnya buku ini berisi tentang tata cara mendidik anak sesuai dengan sabda Rasullullah beserta butir-butir kutipan dari para Imam guna memperjelas sabda Nabi tersebut.

1. Mengenalkan dan mendidik anak tentang Tauhid

Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.
Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)